Berbicara soal wisata Indonesia, tidak akan ada habisnya karena alam dan budaya Indonesia surganya para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tidak dipungkiri mungkin dari kita lebih mengenal wisata layaknya Bali, Lombok dan tempat wisata terkenal lainnya di Indonesia.
Namun perjalanan saya kali ini pergi ke daerah yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Untuk mengenal wisata dan refreshing akhirnya memutusksan untuk pergi ke Sukabumi tepatnya ke Geopark.
Berbicara mengenai geopark beberapa bulan yang lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu Geopark Nasional yang telah sesuai dengan standar Geopark versi UNESCO.Yaaps tepatnya Geopark Nasional Ciletuh Sukabumi.
Mungkin sebagian dari kita belum tahu apa itu Geopark. Jadi, Geopark menurut buku Geopark Nasional Ciletuh Sukabumi terbitan Pemerintah daerah provinsi Jawa Barat dibawah dinas energi dan sumber daya mineral bahwa Geopark adalah sebuah konsep manajemen pengembangan kawasan berkelanjutan yang menyeleraskan keragaman geologi, hayati, dan budaya melalui prinsip konservasi dan rencana tata ruang wilayah yang sudah ada.
Masyarakat sekitar yang tinggal di dalam kawasan sangat berperan loh traveler untuk melindungi dan menjaga wisata alam.
Geopark Ciletuh memiliki bentang alam berupa dataran tinggi yang berbentuk tapai kuda (amphiteater) yang terbuka ke arah Teluk Ciletuh (Martodjo, 1984). Akses menuju lokasi ini dapat ditempuh melalui jalan darat dari Jakarta atau Bandung menuju ke Desa Tamanjaya di Kecamatan Ciemas dengan melalui kota Pelabuhan Ratu.
Kali ini saya ingin membagi informasi seputar perjalanan menikmati air terjun di kawasan Geopark ini. Sedikitnya ada sepuluh air terjun (curug) di Geopark Ciletuh. Urutan curug tersebut dimulai dari utara ke selatan yaitu Curug Cimarinjug, Curug Sodong, Curug Ngelai, Curug Cikanteh, Curug Cikaret, Curug Puncak Jeruk, Curug Awang, Curug Tengah dan Curug Puncak Manik dan Curug Luhur.