Ingin liburan yang hanya weekend dan tetap bisa kerja lagi pada hari Senin? Kalian perlu mencoba nih menjelajah kota yang terkenal dengan sebutan kota udang. Dimana coba kota dengan terkenal sebutan udang? hehe Pastinya Cirebon!
Selain terkenal dengan kota udang, kota tersebut juga memiliki banyak sejarah yang patut kalian kunjungi saat berlibur kesana. Selain melepas penat kalian juga mendapatkan wawasan dan pengetahuan.
Jadi awalnya memutuskan untuk liburan ke Cirebon, berawal dari percakapan di grup whatsapp komunitas blogger. Karena cukup terjangkau dan tidak terlalu menguras kantong untuk menuju kesana, akhirnya saya dan salah satu travel blogger yang menyukai sejarah yaitu si Yoga memutuskan untuk melancong ke Cirebon pada hari Sabtu, menginap semalam dan pulang Minggu.
Mudah sekali cara untuk menuju ke Cirebon. Kalian tinggal pesan tiket kereta tujuan Gambir-Cirebon atau Pasar Senen-Cirebon PP degan kisaran harga 80 ribu sampai dengan 200an (tergantung jenis kelas kereta api yang diinginkan). Untuk penginapan juga tidak perlu risau karena banyak hotel di sekitaran stasiun dengan harga terjangkau. Kami pun menyewa tidak sampai 200 ribu semalam di Cordova Hotel yang tepat diseberang Stasiun Cirebon Kejaksan di pintu keluar stasiun.
Keluar stasiun disambut banyak tukang becak yang menawarkan jasanya ditengah terik matahari karena kami tiba di Cirebon pukul 2 siang menggunakan kereta Tegal Bahari dari Stasiun Gambir. Jangan lupa kalau kesini kalian wajib bawa kacamata dan topi saat berkunjung kesini. Terik matahari sangat menyengat kulit!
Setelah keluar stasiun dan menolak tawaran abang becak lanjut saya dan Yoga mencari makan siang dan sholat dzuhur terlebih dahulu. Perut kerucukan pun sudah terisi dan saatnya kita explore Cireboon!
LOKASI DAN TRANSPORTASI
Destinasi pertama yang kami kunjungi yaitu Taman Sari Gua Sunyaragi. Objek wisata ini berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon. Untuk
menuju kesini kalian bisa menggunakan angkutan umum D05 dari depan
stasiun Cirebon Kejaksan. Cukup membayar 5 ribu lalu nanti diturunkan di
perempatan lampu merah Sunyaragi. Kalian tinggal menyeberang ke kanan
dan jalan lurus saja sampai ketemu pintu masuk wisata ini. Namun jika
tidak biasa berjalan kaki lebih baik menggunakan jasa becak untuk menuju
kesini.
TIKET MASUK
Setelah sampai di depan pintu Taman Sari Gua Sunyaragi kalian bisa membeli tiket seharga 10 ribu per orang. Kesan pertama kali kesini menurut saya tempat yang nyaman, karena kalian bisa sambil duduk-duduk, menikmati pemandangan, mendokumnetasikan wisata dan mengenal sejarah. Disini tentunya kalian bisa menyewa guide untuk mengetahui lebih dalam tentang Gua Sunyaragi.
TAMAN SARI GUA SUNYARAGI
Taman Sari Gua Sunyaragi dibangun pada 1703 M. Pemandu di sana menggunakan versi buku Purwaka Caruban Nagari yang
ditulis tangan oleh Pangeran Kararangen tahun 1720. Dalam buku tersebut
tertulis bahwa sang pangeran yang merupakan cicit dari Sunan Gunung Jati
membangun gua ini pada tahun 1703. Tujuan dibangunnya Gua Sunyaragi adalah sebagai tempat untuk beristirahat dan meditasi para Sultan Cirebon dan keluarganya.
Taman Sari Gua Sunyaragi memiliki
goa-goa yang dapat dimasuki oleh para
wisatawan. Goa-goa tersebut bernama seperti Goa Peteng yang digunakan sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh, Goa Pengawal sebagai tempat berkumpulnya para pengawal sultan,
Goa Pawon sebagai dapur penyimpanan makanan, Goa Arga Jumut sebagai tempat orang pentingnya keraton, dan beberapa goa lainnya.
Pintu goa didesain dengan bentuk pintu yang rendah sehingga mengharuskan wisatawan untuk merunduk ketika memasuki goa. Hal tersebut memiliki filosofi bahwa setiap orang yang hendak menghormati ketika memasuki tempat ini. Jadi kalian waspada ya ketika memasuki goa-goa ini karena pintunya sempit. Perpaduan seni arsitektur Indonesia klasik dan China terasa kental mewarnai setiap ornamen bangunan. Struktur batu karang yang ditata sedemikian rupa membentuk corak wadasan.
Pintu goa didesain dengan bentuk pintu yang rendah sehingga mengharuskan wisatawan untuk merunduk ketika memasuki goa. Hal tersebut memiliki filosofi bahwa setiap orang yang hendak menghormati ketika memasuki tempat ini. Jadi kalian waspada ya ketika memasuki goa-goa ini karena pintunya sempit. Perpaduan seni arsitektur Indonesia klasik dan China terasa kental mewarnai setiap ornamen bangunan. Struktur batu karang yang ditata sedemikian rupa membentuk corak wadasan.




Yoo emang gak nyesel ke Cirebon. Kapan2 pengen ke sana lagi explore yg belum sempat terkunjungi
ReplyDeleteSiap broo, next explore tempat lain
Deletetahun lalu kesana dah kesorean...
ReplyDeletejd hanya sekilas mengunjungi gua sunyaragi...tks mas agung informasinya...
Sama sama mba tuty, kalau jam 3an asyik buat nyantai disana udaranya sejuk di cirebon
DeleteDaaan ke cirebon itu bikin candu yaa mas agung. Next destination ini. Aku belum ke goa nyaa.
ReplyDeleteIya wisata singkat pas weekend. Haha kalau kesana wajib berkunjung ya. Thank you udah mampir :)
DeleteMae belum pernah ke Cireboonn.. Aahh kan jadi pengen... *menatap nanar ke kalender yang tanggal merahnya sedikit banget :(
ReplyDeleteHehehe explore indonesiaa maee seruu
DeleteWaah long time deh ke goa ini, lebih bagus sepertinya sekarang. Next mampir mas ke rmh nenek saya hehe..
ReplyDeleteWah next bisa mampir mba nisa sekalian kulineran hasil olahan nenek *loh haha makasih udah mampir
DeleteDari turun angkot di perempatan, jalannya kira2 berapa ratus meter mas ke goa sunyaraginya?
ReplyDeleteSekitar 15-20 menit mba kalau jalan kaki, itung-itung olahraga hehe
DeleteMantap...Bisa dadakan nanti ah kalo mau ke Cirebon. Dekat juga. Thanks sharingnya!
ReplyDeleteYou're welcome mba semoga next bareng blogger kubbu lainnya ya
Deletewah sepertinya harus ke sini suatu hari nanti.
ReplyDeletethanks sharingnya, mas
Sama sama mba lisa, makasih udah berkunjung
Deletewah kmrin cuma lewat doang ke cirebon,next harus ksni
ReplyDeleteiya mas bisa mengenal wisata yang dekat dan bisa sabtu minggu
DeleteSaya belum pernah kesana hehe
ReplyDeleteCobain mas shendy, mengenal sejarah dan refresh otak hehe
DeleteSelama ini ke cirebon cuma ngelewatin doang kalo mau mudik hehe. Next mudah2an bisa ke tempat wisatanya salah satunya gua sunyaragi.. Thx sharingnya kak
ReplyDeleteHalo Kharina, wah harus mampir sekalian icip icip es krim duren Cirebon heheh
DeleteUdah pernah ke Cirebon, tp belum.pernah eksplore ini. Ternyata banyak ya.tempat2 menariknya. Informatif..
ReplyDeleteIya mas Beni, lumayan buat wisata sabtu minggu dari Jakarta tujuan Cirebon heheh
Deletebagus banget gua sunyaragi, dari dulu penasaran belum sempat kesana. ok, noted!
ReplyDeleteYuklah kopdar kubbu disana hehehe
Delete